rss

Selasa, Desember 21

IP Adress dan Subnet Mask


Internet Protokol ( IP )
Internet protocol menggunakan IP-address sebagai identitas. Pengiriman data akan dibungkus dalam paket dengan label berupa IP-address si pengirim dan IP-address penerima. Apabila IP penerima melihat pengiriman paket tersebut dengan identitas IP-address yang sesuai, maka datagram tersebut akan diambil dan disalurkan ke TCP melalui port, dimana aplikasi menunggunya.
IP address terbagi dua ( 2 ) bagian, yaitu :
# Network ID ( identitas Jaringan )
# HOST ID ( Identitas Komputer )

Penulisan IP address terbagi atas 4 angka, yang masing-masing mempunyai nilai maksimum 255 ( maksimum dari 8 bit ).

IP Address dirancang dalam beberapa CLASS yang didefinisikan sebagai berikut :
Class A :
Network id Host Id ( 24 bit )
0xxx xxxx xxxx xxxx xxxx xxxx xxxx xxxx
Class B :
Network Id Host Id ( 16 bit )
10xx xxxx xxxx xxxx xxxx xxxx xxxx xxxx
Class C :
Network Id Host Id ( 8 bit )
110x xxxx xxxx xxxx xxxx xxxx xxxx xxxx
Untuk lebih jelasnya, maka dibawah ini akan disajikan class dalam bentuk tabel

Dengan demikian untuk menentukan class A, B, atau C, cukup dilihat dari angka 8 bit pertama.
10.123.7.15 Class A
190.24.43.20 Class B
202.159.23.10 Class C
untuk IP address yang legal akan diberikan oleh NIC ( Network Information Center ), yang mana setiap orang dapat memintanya melalui ISP ( Internet Service Provider ).


Subnet Mask
Setiap jaringan TCP/IP memerlukan nilai subnet yang dikenal sebagai subnet mask atau address mask. Nilai subnet mask memisahkan network id dengan host id. Dapat dilihat pada table dibawah ini :

Subnet mask diperlukan oleh TCP/IP untuk menentukan, apakah jaringan yang dimaksud adalah jaringan local atau non local Untuk jaringan non local berarti harus mentransmisi paket data melalui sebuah router. Dengan demikian diperlukan address mask untuk menyaring (filter) IP address dan paket data yang keluar masuk jaringan tersebut.

Selengkapnya......

ANALISA JARINGAN DI WARNET VISINET, BOYOLALI

Topologi Jaringan di warnet Visinet


Gambaran jaringan secara umum
Koneksi internet dalam warnet visinet menggunakan dua buah koneksi speedy, dengan 2 buah IP : 125.163.179.172 dan 125.163.194.134, dengan masing-masing IP masuk ke dalam modem D-Link.Modem 1 mempunyai IP : 192.168.1.1 dan modem 2 mempunyai IP :192.168.1.2. Setelah dari modem, masing-masing modem masuk ke dalam sebuah switch (16 port), yang kemudian di-share ke dalam 16 client dengan topologi start (masing-masing client terhubung dengan menggunkan kabel UTP ke dalam switch)




IP Client
IP Gateway Subnetmask
192.168.1.101 192.168.1.1 255.255.255.0
192.168.1.102 192.168.1.1 255.255.255.0
192.168.1.103 192.168.1.1 255.255.255.0
192.168.1.104 192.168.1.1 255.255.255.0
192.168.1.105 192.168.1.1 255.255.255.0
192.168.1.106 192.168.1.1 255.255.255.0
192.168.1.107 192.168.1.2 255.255.255.0
192.168.1.108 192.168.1.2 255.255.255.0
192.168.1.109 192.168.1.2 255.255.255.0
192.168.1.110 192.168.1.2 255.255.255.0

Kendala
Kendala yang dialami oleh warnet selama ini adalah
1. Belum ada pembagian bandwidth yang jelas untuk masing,masing client
2. Client yang koneksi pertama kali ke dalam jaringan, akan mendapat bandwidth yang besar
3. Belum ada monitoring jaringan dari server


Solusi
Topologi




Penjelasan
Solusi dari permasalahan di warnet “Visinet”, Boyolali adalah dengan menambahkan sebuah router. Jadi, sebelum masuk ke dalam switch, kedua koneksi internet yang didapat dari Speedy dengan IP : 125.163.194.134 dan 125.163.179.172 masuk ke dalam sebuah router. Kedua koneksi dapat digabungkan dengan menggunakan teknik load balancing sebelum koneksi intenet di sharing ke client. Dari 2 IP UP tersebut kemudian disharing ke client dengan IP IP down : 192.168.1.3 untuk dijadikan gateway di client.
Ethernet Di Router:
• ETH0 —> Speedy 1
• ETH1 —> Speedy 2
• ETH2 —> Network Warnet



IP Client
IP Gateway Subnetmask
192.168.1.101 192.168.1.3 255.255.255.0
192.168.1.102 192.168.1.3 255.255.255.0
192.168.1.103 192.168.1.3 255.255.255.0
192.168.1.104 192.168.1.3 255.255.255.0
192.168.1.105 192.168.1.3 255.255.255.0
192.168.1.106 192.168.1.3 255.255.255.0
192.168.1.107 192.168.1.3 255.255.255.0
192.168.1.108 192.168.1.3 255.255.255.0
192.168.1.109 192.168.1.3 255.255.255.0
192.168.1.110 192.168.1.3 255.255.255.0

Load Balancing
Merupakan suatu system yang memungkinkan menggabungkan dua atau lebih bandwith internet sehingga volume bandwith menjadi bertambah atau membagi beban yang ada. Load balance ini memilki kemampuan meningkatkan akses internet dengan menggabungkan 2 atau lebih koneksi internet.

Keuntungan Menggunakan Router
1. Bisa memanajemen bandwidth untuk masing-masing client, sehingga pembagian bandwidth untuk client bisa merata
2. Jaringan dapat dimonitoring dengan mudah

Selengkapnya......

Senin, Desember 20

PERANAN IT DALAM ISLAM


IT adalah alat dakwah. Kita harus menunjukkan pada dunia bahawa Islam tidak menghalang pembangunan dan kemajuan. Kita tidak mau ketinggalan sedangkan sekarang musuh Islam menyebarkan propaganda dan serangannya dengan IT. Tanpa IT, kita akan ketinggalan. Islam akan dilihat jumud dan kolot. Sedangkan IT adalah alat canggih, moderen yang dapat menguntungkan perjuangan Islam.

Hari ini, banyak orang memperkatakan tentang IT. Apa itu IT? IT itu adalah singkatan dari “Information Technology.” Penggunaan IT sudah sangat luas. Malahan sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia di alam ini.

Di bawah ini adalah pandangan ringkas mengenai penggunaan IT di era Kegemilangan Islam:

Kita mesti menggunakan IT sebagai saluran menuju TUHAN. IT adalah alat. Alat itu digunakan sebagai pendorong untuk memenuhi dua tuntutan manusia. Pertama, supaya manusia dapat membesarkan dan mengagungkan Tuhan. Kedua, supaya manusia dapat berhubungan sesama manusia.

Ada kerjasama, kasih sayang dan tolong-menolong antar sesama. Terbangunnya IT bermakna terbangunnya tamadun atau pembangunan material. Terbangunnya IT juga dapat mendorong manusia membangunkan tamadun rohaniah.

Contohnya, kita memberikan motivasi atau dakwah Islam dengan mengguna IT. Hal tersebut menunjukkan IT sudah menjadi tamadun material. Dan juga IT adalah alat atau saluran pendorong kepada terbentuknya tamadun atau pembangunan rohaniah.

Para profesional IT, tidak mengira di mana pun dia berada, kerja-kerja mereka dinilai sebagai ibadah dengan syarat tidak lari dari 5 syarat ibadah. Pengusaha atau pemakai IT akan mendapat keredhaan Tuhan jika menempuh 5 syarat tersebut. Apa 5 syarat tersebut, yaitu:

1) Niat karena Allah
2) Pekerjaan yang melibatkan IT harus sesuai syariat
3) Pelaksanaan kerja yang dibuat harus mengikuti syariat
4) Hasilnya mesti betul dan bermanfaat
5) Tidak meninggalkan ibadah asas atau fardhu

IT adalah alat dakwah. Kita harus menunjukkan pada dunia bahawa Islam tidak menghalang pembangunan dan kemajuan. Kita tidak mau ketinggalan sedangkan sekarang musuh Islam menyebarkan propaganda dan serangannya dengan IT. Tanpa IT, kita akan ketinggalan. Islam akan dilihat jumud dan kolot. Sedangkan IT adalah alat canggih, moderen yang dapat menguntungkan perjuangan Islam.

Yang salah bukan ITnya. Tetapi bagaimana cara kita mengendalikan IT. Coba kita lihat pisau dan peranannya. Pisau itu kalau dipakai pemasak, alat itu akan sesuai digunakan untuk memotong sayur, ikan dan lain-lain. Tetapi jika pisau itu dipakai perampok. Pisau itu digunakan untuk menikam orang. Setidak-tidaknya diguna untuk mengancam orang. Begitu halnya dengan IT, semua itu tergantung seberapa jauh hubungan kita dengan Tuhan. Itu sebabnya harus memenuhi 5 syarat ibadah.

Hal yang mendasar bagi pemakai dan pengusaha IT ialah disuburkan pembangunan insan mereka. Pembangunan insan itu penting. Pembangunan insan itu akan memproses pemakai dan pengusaha tersebut menjadi orang bertaqwa. Jadi bila sudah dipersiapkan orangnya, maka IT sudah tidak menjadi masalah lagi. Karena orang itu sudah ada panduan bagaimana menggunakan IT sesuai kehendak Tuhan. Orang itu sudah memiliki benteng untuk menghindarkan dirinya dari terjebak dalam maksiat dan kejahatan IT.

Jadi selain kerja-kerja teknikal IT yang secara langsung kita terlibat, pembangunan insan pada orang IT ini tidak diketepikan. Bahkan dijadikan sebagai program utama. Jika tidak, tujuan seperti yang disebutkan di awal tadi tidak akan tercapai.

Kepada para pejuang akhir zaman, yang memperjuangkan kebenaran, mereka harus faham bahwa mereka ini berjuang untuk menagih janji Tuhan. Sudah pasti IT menjadi alat yang bermakna dalam membantu proses mengharapkan janji Tuhan itu berlaku di tangan mereka.Sumber: www.rufaqa-indonesia.com

Selengkapnya......

dakwatuna.com

Artikel